Saturday, 3 December 2016

Yang ini Doa Doa Terbaik Dari Para Nabi dan Rasul Allah dalam Al Qur'an


Berikut doa doa yang pernah dicontohkan para Nabi Nabi Allah yang bagus dibaca selama Ramadhan atau disaat bulan lainnya :

1. Doa Nabi Adam AS

"Rabbana dzhalamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khasirin"

Artinya : Ya Allah , kami telah mendzhalimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.

2. Doa Nabi Nuh AS

“ Rabbi inni audzubika an as alaka maa laisalli bihi ilmun wa illam tagfirli watarhamni akum minal khasirin.“

Artinya : Ya Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sesuatu yang aku tidak mengetahui hakekatnya, dan sekiranya tidak Engkau ampuni dan belas kasih niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi.

3. Doa Nabi Ibrahim AS

“Rabbana taqabal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrakhim.“

Artinya : Ya Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau maha mendengar dan Mengetahui, dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang.

“ Rabbi ja alni muqimas shalati wa min dzuriyyati, rabbana wa taqabal doa, Rabbannagh firli wa li wa li dayya wa li jamiil mukminina yauma yaqumul hisab.“

Artinya : Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab.

4. Doa Nabi Yunus AS

“Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dzhalimin“

Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku  termasuk orang-orang yang dzhalim.

5. Doa Nabi Zakaria AS

“Rabbi latadzarni fardaw wa anta chairul warisin“

Artinya : Ya Allah janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, sesungguhnya engkau pemberi waris yang paling baik.

“Rabbi habli miladunka duriyattan, thayibatan innaka sami’ud du’a“

Artinya : Ya Tuhan berilah aku seorang anak yang baik dari sisiMu, sesungguhnya Engkau maha pendengar Doa

6. Doa Nabi Musa AS

“Rabbis shrahli shadri wa ya shirli amri wah lul uqdatam mil lissani yah khahu khauli“

Artinya : Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan lancarkanlah lidahku serta mudahkanlah urusanku.

“Rabbi inni dzhalamtu nafsi fa firlhi“

Artinya : Ya Allah aku menganiaya diri sendiri, ampunilah aku.

“Rabbi Naj jini minal qumid dzhalimin“

Artinya : Ya Tuhan lepaskanlah aku dari kaum yang dzhalim.

“Rabbi ini lima anzalta illayya min khairin faqir“

Artinya : Ya Tuhanku sesungguhnya aku memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

“Rabbi firli wa li akhi wa adkhilna fi rahmatika, ya arhamar rakhimin“

Artinya : Ya Tuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmatMu, dan Engkau Maha Penyayang diantara yang menyayangi.

7. Doa Nabi Isa AS

“Rabbana anzil alaina ma idatam minas samai taqunu lana idzal li awalina, wa akhirina, wa ayyatam minka war zukna wa anta khairu raziqin“

Artinya : Ya Tuhanku turunkanlah pada kami hidangan dari langit, yang turunnya akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rejeki dan Engkaulah pemberi rejeki yang paling baik.

8. Doa Nabi Syuaib AS

“Rabbana taf bainana, wa baina kaumina bil haqqi , wa anta khairul fatihin“

Artinya : Berilah keputusan diantara kami dan kaum kami dengan adil, Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

9. Doa Nabi Ayyub AS

“Rabbi inni masyaniyad durru wa anta arhamur rahimin“

Artinya : Bahwasanya aku telah ditimpa bencana, Engkaulah Tuhan yang paling penyayang diantara penyayang.

10. Doa Nabi Sulaiman AS

“Rabbi auzidni an askhura ni’matakallati an amta allaya wa ala wa li dayya wa an a’mala shalikhan tardhahu wa ad khilni birrahmatika fi ibadikas shalikhin“

Artinya : Ya Tuhan kami berilah aku ilham untuk selalu mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua ibu bapakku dan mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu kedalam golongan hamba-hambMu yang Sholeh.

11. Doa Nabi Luth AS

“Rabbi naj jini wa ahli mimma ya’malun“

Artinya : Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari perbuatan yang mereka kerjakan.

“Rabbin surni alal kaumil mufsidin“

Artinya : Ya Tuhanku tolonglah aku dari kaum yang berbuat kerusakan.

12. Doa Nabi Yusuf AS

“Fatiras samawati wal ardli anta fiddunya wal akhira tawwaffani musliman wa al hiqni bisshalihin“

Artinya : Wahai pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat wafatkanlah aku dalam keadaan pasrah (islam), dan masukkanlah aku dengan orang-orang sholeh.

13. Doa Nabi Muhammad SAW

“Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hassanah wa qina adza bannar“

Artinya : Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka.

“Rabbana latuzig qullubana ba’daidz haddaitana wahabblana miladunka, rahmatan innaka antal wahab”

Artinya : Ya Tuhanku janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan berilah kami rahmat, sesungguhnya Engkau adalah dzat yang banyak pemberiannya.

Semoga doa doa para nabi kita ini selalu diamalkan setiap usai shalat, dan semoga doa ini mustajab dan dapat memudah atau meringankan beban, Aamiiin.

Sumber:
- Al Qur'an
- Hadist

Friday, 2 December 2016

Neraka dalam Al-Qur’an (Bag 2)


Pada bagian sebelumnya, kita telah melihat bagaimana Al-Qur’an menceritakan tentang neraka. Dimulai dengan bahan bakarnya, makanan dan minuman penghuninya, hingga pakaian mereka. Semuanya diceritakan oleh Allah SWT sebagai contoh agar akal kita mampu menjangkau. Sementara pada hakikatnya, siksaan neraka tidak pernah bisa dibayangkan.

Tapi dengan segala keterbatasan, kita akan melihat bagaimana Allah SWT memberikan contoh tentang siksaan api neraka dalam Al-Qur’an.

⇒ Siksaan Neraka

Mungkin kita bertanya, bagian tubuh mana saja yang akan disiksa di neraka? Karena biasanya, siksaan di dunia hanya tertuju pada bagian tubuh tertentu.

Siksaan neraka berbeda dengan siksaan dunia. Di tempat ini tidak ada bagian kulit yang tidak merasakan pedihnya siksaan. Semua anggota tubuh merasakannya. Allah SWT berfirman,

“Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami Memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-A’raf: Ayat 41)

Tubuh mereka di selimuti oleh api neraka hingga tidak ada satu bagian yang tidak merasakan panasnya.

“Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) Berkata (kepada mereka), “Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!” (QS. Al-Ankabut: Ayat 55)

Mereka diseret dengan wajah dibawah. Kondisi mereka penuh dengan kehinaan. Dan dikatakan kepada mereka,

Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.” (QS. Al-Qamar: Ayat 48)

***

“Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka.” (QS. Az-Zumar: Ayat 16)

Tidak satu bagian pun yang terlewatkan, bahkan mereka berada di suatu tempat yang ditutup rapat.

“Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.” (QS. Al-Balad: Ayat 20)

Sekali lagi siksaan neraka berbeda dengan siksaan dunia. Sifat api di dunia selalu membakar dari luar ke dalam. Jika ada orang yang terkena api, pasti akan membakar kulit baru kemudian ke dalam organ tubuh. Di neraka berbeda, api itu membakar dari dalam hati baru keseluruh tubuh. Karena siksaan neraka sesuai dengan perilaku.

Hati yang kejam, bengis, selalu mendengki dan merampas hak orang adalah yang pertama terbakar sebelum bagian tubuh yang lain. Api neraka itu membakar dari pusat kerusakan. Karena hati lah yang memberi perintah untuk melakukan sesuatu.

“(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.” (QS. Al-Humazah: Ayat 6-7)

Bayangkan dahsyatnya siksaan ini karena Allah menisbatkan dirinya pada adzab itu, api (azab) Allah yang dinyalakan. Jika kita sulit menggambarkan kebesaran Allah, bagaimana akan menggambarkan dahsyatnya siksaan-Nya.

Siksaan yang mereka dapatkan sesuai dengan apa yang diperbuat di dunia. Seperti seorang yang kikir dan tidak mau mengeluarkan zakat. Allah berfirman,

(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At-Taubah: Ayat 35)

Yang disiksa persis seperti dahi mereka ketika terdongak sombong dihadapan orang miskin, lambung mereka yang memakan hak orang lain danpunggung mereka ketika kembali membelakangi orang-orang yang meminta.

⇒ Kondisi Penghuni Neraka

Bagaimana kondisi mereka yang disiksa?

Manusia tidak akan lama merasakan siksaan di dunia. Setelah beberapa kali disiksa, dia akan mati dan usai sudah penderitaannya. Bagaimana dengan akhirat?

Para penghuni neraka berada dalam kondisi tidak mati dan tidak hidup. Dia dikatakan tidak hidup karena apa arti kehidupan jika hari-harinya hanya siksaan. Dan dia tak akan pernah mati, selalu merasakan siksaan tanpa henti.

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhan-nya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahannam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup.” (QS. Thaha: Ayat 74)
***
“(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.” (QS. Al-A’la: Ayat 12-13)
***
“Datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya (masih ada) azab yang berat.” (QS. Ibrahim: Ayat 17)

» Apakah ada Diskon atau Keringanan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita langsung menuju firman Allah SWT,

“Maka tidak akan diringankan azabnya.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 86)
***
“Mereka kekal di dalamnya, tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.” (QS. Ali Imran: Ayat 88)
***
“Dan tidak diringankan dari mereka azabnya.” (QS. Fathir: Ayat 36)
***
“Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami Tambah lagi nyalanya bagi mereka.”
(QS. Al-Isra’: Ayat 97)

Ada salah satu penelitian menyebutkan bahwa kulit manusia itu berlapis-lapis. Dan ketika sampai pada lapisan tertentu, sudah menjadi mati rasa. Tidak lagi merasakan sakit, panas atau apapun. Karena itu, ketika kulit para penghuni neraka telah terkelupas terkena panas. Allah menumbuhkan kulit baru untuk mereka.

“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami Ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab.” (QS. An-Nisa’: Ayat 56)

Suatu hari ada seorang ateis datang kepada Imam Ja’far As-Shodiq. Dia ingin menanyakan tentang ayat ini. Ateis ini bertanya, “Apa salah kulit baru ini?” Karena menurutnya, kulit baru ini tidak ikut melakukan dosa. Kenapa terkena adzab juga?

Imam Ja’far menjawab, “Kulit itu adalah (kulit) yang sama tapi ia berbeda.”

Ateis ini kebingungan dan meminta contoh kepada Imam.

Kemudian imam mencontohkan, ambil batu bata yang terbuat dari tanah. Lalu hancurkan dan dibentuk kembali menjadi batu bata. Batu ini sama dengan yang sebelumnya tapi bukan batu yang sebelumnya.

» Belenggu di Neraka

Selain mendapatkan berbagai siksaan, para penghuni neraka dibelenggu dan di ikat hingga tampak kehinaan mereka.

“Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret” (QS. Ghafir: Ayat 71)
***
“Sungguh, Kami telah Menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Insaan: Ayat 4)
***
(Allah Berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala." (QS. Al-Haqqah: Ayat 30-31)

Rasulullah SAW bersabda,

“Andai (belenggu) itu diletakkan di dunia maka dunia ini akan binasa dengan panasnya”

» Cambuk di Neraka

Selain belenggu, disediakan pula cambuk dari besi bagi para penghuni neraka.

“Dan (azab) untuk mereka cambuk- cambuk dari besi.” (QS. Al-Hajj: Ayat 21)

Rasulullah SAW bersabda,

“Andai cambuk neraka itu diletakkan di bumi maka tidak ada yang bisa memindahkan dan mengangkatnya walaupun seluruh manusia dan jin berkumpul (untuk mengangkat mereka).”

Mereka juga di ikat menjadi satu. Ada pendapat yang mengatakan mereka di ikat berkelompok-kelompok. Pendapat lain mengatakan mereka di ikat bersama setan-setan karena keduanya punya hubungan erat di dunia. Dan pendapat ketiga mengatakan bahwa mereka di ikat sendiri-sendiri.

“Dan pada hari itu engkau akan melihat orang yang berdosa bersama-sama diikat dengan belenggu.” (QS. Ibrahim: Ayat 49)

» Api yang Bersuara                       

Api neraka itu bergemuruh. Ia mengeluarkan suara ketika melihat ada calon penghuni yang akan memasukinya.

“Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya.” (QS. Al-Furqan: Ayat 12)
***
“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara” (QS. Al-Mulk: Ayat 7)

Selain apinya, penghuni neraka pun mengeluarkan suara rintihan. Dan semakin mereka merintih, semakin besar siksaan yang mereka dapatkan.

“Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih” (QS. Huud: Ayat 106)

Salah satu kenikmatan penghuni surga adalah mereka bisa melihat siksaan neraka. Sementara para penghuni neraka mencari kawan yang mau membantunya. Mereka saling menyalahkan dan berkelahi. “Kau yang menyesatkanku! Gara-gara engkau aku masuk ke dalam sini!”. Namun Allah berfirman kepada mereka,

(Allah) Berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, dan sungguh, dahulu Aku telah Memberikan ancaman kepadamu.” (QS. Qaf: Ayat 28)

Mereka merintih dan berkata,

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.” (Dikatakan kepada mereka), “Bukankah Kami telah Memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, pada-hal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.” (QS. Fathir: Ayat 37)

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS. Al-Ahzab: Ayat 66)

Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: Ayat 10)

» Angin di Neraka

Saat seorang merasa gerah dan panas di dunia, dia akan mencari tempat berteduh. Dia akan mencari angin segar untuk menghilangkan panas. Di neraka pun ada angin, tapi tidak seperti angin di dunia yang sejuk. Para penghuni akhirat yang kepanasan akan diberi angin, tapi angin itu juga berupa api.

“(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih” (QS. Al-Waqi’ah: Ayat 42)
***
“Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” (QS. Al-Waqi’ah: Ayat 44)

Apakah neraka memiliki nama-nama?

Siapa saja penghuni neraka itu?

Apakah semua penghuni neraka itu kekal didalamnya?

Lalu, apakah Allah yang penuh rahmat itu berlaku Adil dengan menyiksa manusia yang masuk neraka?

Dan apakah siksaan itu tidak menjadi hal yang biasa jika para penghuninya sudah merasakan bertahun-tahun?

Temukan jawabannya dalam Neraka dalam Al-Qur’an (Bag 3)

Definisi Kafir dalam Islam


Kāfir (bahasa Arab: كافر kāfir; plural كفّار kuffār) secara harfiah berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran. Dalam terminologi kultural kata ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata syakir, yang berarti orang yang bersyukur). Kāfir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup.

Pada zaman sebelum agama Islam, istilah tersebut digunakan untuk para petani yang sedang menanam benih di ladang, menutup/mengubur dengan tanah. Sehingga kalimat kāfir bisa dimplikasikan menjadi "seseorang yang bersembunyi atau menutup diri".

Jadi menurut syariat Islam, manusia kāfir yaitu: Mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

Di dalam Al-Qur'an, kitab suci agama Islam, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa penggunaan yang berbeda:

1. Kufur at-tauhid (menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu.

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman." (QS. Al-Baqarah: Ayat 6)

2. Kufur al-ni`mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingat. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: Ayat 152)

3. Kufur at-tabarri (melepaskan diri)

"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu (kafarna bikum)..." (QS. Al-Mumtahanah: Ayat 4)

4. Kufur al-juhud (mengingkari sesuatu)

"..maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya." (QS. Al-Baqarah: Ayat 89)

5. Kufur at-taghtiyah (menanam/mengubur sesuatu)

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar)." (QS. Al-Hadid: Ayat 20)

KAFIR juga merupakan sebutan yang ditujukan kepada orang-orang kufur, yakni mereka yang menolak mengimani atau mengakui rukun Iman sebagaimana diajarkan oleh Allah dalam Islam. Lalu, apakah yang dimaksud dengan rukun iman dalam Islam itu?

Rukun iman dalam islam terdiri atas 6 (enam) perkara, yaitu:

    1. Beriman kepada Allah SWT
    2. Beriman kepada Malaikat-Malaikat Allah
    3. Beriman kepada kitab-kitab wahyu Allah
    4. Beriman kepada Nabi dan Rasul-Rasul Allah
    5. Beriman kepada Hari Kiamat
    6. Beriman kepada Qada dan Qadar atau takdir dari Allah.


Dalam syari’at Islam, yang dimaksud dengan orang kafir sebenarnya dibedakan menjadi empat kelompok:

1. Kafir Dzimmy, yaitu orang kafir yang membayar jizyah (upeti) yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin. Kafir seperti ini tidak boleh "diganggu" selama ia masih menaati peraturan-peraturan yang dikenakan kepada mereka. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut diantaranya firman Allah Al-‘Aziz Al-Hakim: 

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan shagirun (hina, rendah, patuh)”. (QS. At-Taubah: Ayat 29)

Dan dalam hadits Buraidah riwayat Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa salllam bersabda:


“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam apabila beliau mengangkat amir/pimpinan pasukan beliau memberikan wasiat khusus untuknya supaya bertakwa kepada Allah dan (wasiat pada) orang-orang yang bersamanya dengan kebaikan. Kemudian beliau berkata : “Berperanglah kalian di jalan Allah dengan nama Allah, bunuhlah siapa yang kafir kepada Allah, berperanglah kalian dan jangan mencuri harta rampasan perang dan janganlah mengkhianati janji dan janganlah melakukan tamtsil (mencincang atau merusak mayat) dan janganlah membunuh anak kecil dan apabila engkau berjumpa dengan musuhmu dari kaum musyrikin dakwailah mereka kepada tiga perkara, apa saja yang mereka jawab dari tiga perkara itu maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka ; serulah mereka kepada Islam apabila mereka menerima maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka, apabila mereka menolak maka mintalah jizyah (upeti) dari mereka dan apabila mereka memberi maka terimalah dari mereka dan tahanlah (tangan) terhadap mereka, apabila mereka menolak maka mintalah pertolongan kepada Allah kemudian perangi mereka”.

Dan dalam hadits Al-Mughirah bin Syu’bah riwayat Bukhary beliau berkata:

“Kami diperintah oleh Rasul Rabb kami shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allah satu-satunya atau kalian membayar Jizyah”.

2. Kafir Mu’ahad, yaitu orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh diganggu sepanjang mereka menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Allah Jalla Dzikruhu berfirman:

“Maka selama mereka berlaku istiqamah terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku istiqamah (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. (QS. At-Taubah: Ayat 7)

“Kecuali orang-orang musyrikin yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi dari kalian sesuatu pun (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”. (QS. At-Taubah: Ayat 4)

dan Allah Jallat ‘Azhamatuhu menegaskan dalam firman-Nya:

“Jika mereka merusak sumpah (janji) nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin kekafiran itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti”.  (QS. At-Taubah: Ayat 12)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Amr riwayat Bukhary:

“Siapa yang membunuh kafir Mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”.

3. Kafir Musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh "diganggu" sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan.


Allah SWT berfirman: 

“Dan jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui”. (QS. At-Taubah: Ayat 6)

Dan dalam hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam menegaskan:

“Dzimmah (janji, jaminan keamanan dan tanggung jawab) kaum muslimin itu satu, diusahakan oleh orang yang paling bawah (sekalipun)”. (HR. Bukhary-Muslim)

Berkata Imam An-Nawawy rahimahullah: “Yang diinginkan dengan Dzimmah di sini adalah Aman (jaminam keamanan). Maknanya bahwa Aman kaum muslimin kepada orang kafir itu adalah sah (diakui), maka siapa yang diberikan kepadanya Aman dari seorang muslim maka haram atas (muslim) yang lainnya mengganggunya sepanjang ia masih berada dalam Amannya”.


Dan dalam hadits Ummu Hani` riwayat Bukhary beliau berkata:

“Wahai Rasulullah anak ibuku (yaitu ‘Ali bin Abi Thalib-pen.) menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si Fulan bin Hubairah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda : “Kami telah lindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani`”.

4. Kafir Harby, yaitu kafir yang secara terang-terangan (atau sembunyi-sembunyi) memusuhi Islam, melakukan kejahatan-kejahatan melawan Islam dan tindakan-tindakan lain yang patut dianggap "menyerang" Islam. Jika kepada 3 kelompok kafir di atas Allah memerintahkan setiap Muslim untuk senantiasa menunjukkan rasa hormat, bahkan ikut melindungi keselamatan mereka, maka kafir jenis yang terakhir inilah yang wajib diperangi menurut ketentuan yang telah digariskan dalam syari’at Islam.

Demikianlah pembagian orang kafir menurut para ulama seperti syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy, syeikh Ibnu ‘Utsaimin, ‘Abdullah Al-Bassam dan lain-lainnya. Wallahul Musta’an.

Sumber:
- Wikipedia
- Lampu Islam

Thursday, 1 December 2016

Wanita Penghuni Neraka dan Ciri-Cirinya Menurut Rasulullah SAW

Wanita penghuni neraka adalah mereka yang memiliki ciri yang bertolak belakang dengan wanita penghuni surga. Lihat di sini penjelasan Wanita penghuni neraka terbanyak menurut Rasulullah SAW.

Wanita penghuni neraka tentunya sudah bisa kita bayangkan ciri-cirinya seperti apa. Rasulullah pernah bersabda tentang bagaimana seorang wanita akan mendapat seribu kebaikan yang bakal dicatat oleh Allah SWT ketika pakaian suaminya dicucikannya, dan bahkan dua ribu kesalahan yang diperbuatnya pun akan mendapat pengampunan dari Allah. Wanita tersebut pun derajatnya masih diangkat seribu kali untuknya yang tentunya sangat menguntungkan. Itulah wanita yang akan menjadi salah satu penghuni surga, namun bagaimana dengan wanita yang bakal menjadi penghuni neraka? Mungkin beberapa wanita membutuhkan inspirasi mengenai apa-apa saja yang harus dilakukan supaya tidak masuk neraka dan mendapat siksa yang tidak berkesudahan di sana.


Telah Sabda dari Nabi Muhammad SAW bahwa para wanita itu lebih banyak sebagai penghuni neraka. 

Dari Imran bin Husain RA dari Rasulullah SAW bersabda:

"Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)

Adapun penyebab wanita masuk neraka, Nabi Muhammad SAW ditanya tentang hal itu, lalu beliau menjelaskan seperti dalam riwayat Abdullah bin Abbas RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

“Saya diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuni neraka adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulullah SAW? Beliau bersabda, dikarenakan kekufurannya. lalu ada yang berkata, 'apakah kufur kepada Allah?' Beliau menjawab, ‘kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat anda (sedikit ) kejelekkan. Maka dia akan mengatakan, ‘saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda.” (HR. Bukhari, no. 1052)

Dihadits yang lain, suatu kali Rasulullah SAW pernah menangis dan saat ditanya mengapa beliau menangis, beliau mengatakan bahwa pada malam beliau di israkan ke langit, ada proses penyiksaan yang beliau lihat. Karena keadaan orang-orang yang disiksa itulah yang membuat Rasulullah menangis dan inilah yang dilihat oleh beliau. 

Berikut wanita penghuni neraka dan ciri-cirinya menurut Rasulullah SAW, antara lain yaitu:

  1. Ada wanita yang dengan rambutnya digantung dan ini dikarenakan ia tidak mengenakan jilbab alias melindungi dan menjaga rambutnya di kalangan para pria.
  2. Ada wanita yang dengan lidahnya digantung dimana tangan pun dilepas dan ke kerongkongannya ada aspal mendidih yang dituang karena ia kerap mengatakan kata-kata yang tidak baik dan bahkan sering melukai hati suaminya.
  3. Ada wanita yang dengan buah dadanya digantung itu karena tanpa minta izin dari suaminya ia telah menyusui  orang lain.
  4. Ada wanita yang juga kedua tangan dan kakinya diikat dan penyiksaan itu terjadi karena ia suka pergi dari rumah tanpa izin dari suaminya.
  5. Ada juga wanita yang makan tubuhnya sendiri di mana wanita penghuni neraka dan ciri-cirinya ini suka bersolek supaya pria lain melihatnya. Penyiksaan seperti ini juga dikarenakan ia suka membuka aib orang lain dan menceritakannya.
  6. Ada wanita yang menggunakan gunting untuk memotong-motong tubuhnya, ini karena ia suka dan haus akan kepopuleran dan suka pamer.
  7. Ada wanita yang tangan dan kakinya sudah diikat hingga ke ubun-ubun masih juga ada ular yang membelitnya beserta kalajengking, ini karena ia tidak berwudhu, sholat dan mandi wajib padahal ia sebenarnya mampu untuk menjalankan ibadah puasa dan sholat.
  8. Wanita yang bermuka hitam serta dia makan usus-ususnya sendiri.
  9. Ada wanita lain lagi yang tubuhnya seperti keledai dan kepalanya seperti kepala babi, ini karena ia paling suka berbohong dan mengadu-domba orang.
  10. Wanita penghuni neraka terbanyak bisa dibilang juga ada wanita yang bentukannya mirip anjing, ini karena ia selain suka marah-marah terhadap suami juga suka memfitnah.
Sudah sangat jelas di sini bagaimana Rasulullah SAW menjelaskan tentang wanita para calon penghuni neraka, tentu sangat berbeda ciri-cirinya kalau mencoba membandingkan wanita penghuni surga dan neraka.

Sumber:

Neraka dalam Al-Qur’an (Bag 1)



Sejak kecil kita telah mendengar istilah surga dan neraka. Sejak kecil kita telah disodorkan dua pilihan, menjadi orang baik dengan iming-iming surga atau menjadi orang jahat dengan ancaman neraka. Sampai akhirnya, ada kelompok menuduh agama sebagai upaya me-nina bobokkan masyarakat agar berharap surga dan takut neraka supaya tidak lagi berpikir kehidupan dunia.

Al-Qur’an juga banyak bercerita tentang manisnya surga dan pedihnya neraka. Jika orang melihat dengan pandangan negatif, mereka akan mempertanyakan apa maksud Al-Qur’an menakut-nakuti manusia dengan neraka dan siksanya. Namun jika kita melihat dengan pandangan rahmat. Kita akan tau bahwa Allah bercerita tentang neraka karena kasih sayang dan rahmat-Nya kepada manusia. Allah tidak ingin ada hamba-Nya yang terjerumus ke dalamnya. Seperti seorang ayah yang memberi tahu anaknya bahwa di depan ada bahaya, jangan melewati jalan itu ! Apakah ayah itu hendak menakut-nakuti? Sungguh tidak ! Itu semua karena kasih sayangnya pada anaknya. Maha Suci Allah atas segala contoh.

Rasul pun sering bercerita tentang surga dan neraka. Bahkan di zaman Imam Ja’far As-Shodiq, salah satu cucu Rasulullah SAW, banyak sahabatnya yang datang dan berkata “Wahai putra Rasulullah SAW, jadikan kami rindu kepada surga” atau ada orang lain yang berkata, “Hati sedang keras dan gersang, ceritakanlah pedihnya api neraka agar aku bisa melunakkan hatiku agar tidak lagi menuruti hawa nafsu.”

Karenanya, kali ini kita akan mengkaji tentang neraka dalam Al-Qur’an agar muncul kembali kesadaran dalam hati kita untuk tidak berjalan diatas jalur yang menuju kedalam siksanya. Walaupun mustahil kita akan mengetahui hakekat neraka sebenarnya. Namun kita akan melihat seperti yang Allah contohkan didalam Al-Qur’an.

⇒ Api Neraka

Imam Ja’far As-Shodiq pernah meriwayatkan dari kakeknya, Rasulullah SAW. Beliau bersabda,

“Sungguh api kalian ini adalah satu bagian dari 70 bagian neraka jahannam. Dan telah dipadamkan 70 kali dengan air kemudian dinyalakan. Jika tidak dengan cara itu, maka tidak bisa dinyalakan.”

Si jago merah yang kita tau. Bisa menghanguskan satu desa dengan mudah ternyata hanya satu bagian dari neraka jahannam yang sudah dipadamkan 70 kali. Lalu bagaimana dahsyatnya api neraka jahannam?

Suatu hari Jibril datang kepada Rasulullah SAW dengan wajah sedih. Rasulullah heran melihatnya, tidak biasanya dia datang dengan wajah seperti itu. Kemudian beliau bertanya pada Jibril, mengapa dia berwajah sedih. Biasanya dia datang dengan wajah berbinar. Jibril menjawab, “Bagaimana aku tidak sedih, sekarang api neraka telah ditiup. Seribu tahun dinyalakan hingga memerah, kemudian seribu tahun lagi hingga memutih. Dan seratus tahun (ketiga) menjadi hitam dan gelap. Jika setetes api itu diletakkan di dunia maka seluruh dunia ini akan terbakar wahai Muhammad.”

⇒ Bahan Bakar Neraka

“Maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 24)

Bahan bakar neraka adalah manusia dan bebatuan. Ada yang mengatakan batu itu adalah batu yang punya daya bakar atau batu yang digunakan sebagai berhala sesembahan di dunia. Menurut pendapat kedua, bahan bakar neraka bukan hanya berhala dari batu. Patung dari bahan apapun bisa menjadi bahan bakar neraka jika itu disembah oleh manusia.

“Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahannam.” (QS. Al-Anbiya’: Ayat 98)

Karenanya Allah SWT berfirman untuk menjaga diri dan keluarga kita agar tidak menjadi bahan bakar neraka.

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)

Sementara dalam ayat lain, Allah menyebutkan bahwa bahan bakar api neraka adalah orang kafir serta harta benda mereka.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka.” (QS. Ali Imran: Ayat 10)

⇒ Penjaga Neraka

Allah SWT telah menyiapkan penjaga di neraka. Penjaga itu selalu bersikap sadis dan keras. Penampilannya saja sudah menjadi siksaan bagi penghuninya sebelum mereka merasakan panasnya api dengan segala siksaannya. Para malaikat penjaga neraka tidak pernah berkompromi pada penghuninya.

“Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia Perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: Ayat 6)

⇒ Makanan Neraka

Ada bermacam makanan di neraka. Entah karena memang disediakan bermacam-macam atau diberikan menurut perbuatannya masing-masing.

» Zaqqum

Ada satu pohon yang bernama Zaqqum. Pohon ini begitu pahit, kasar dan berbau busuk. Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut.

“Sungguh pohon zaqqūm itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut” (QS. Ad-Dukhan: Ayat 43-45)
***
“Pasti akan memakan pohon zaqqūm, Maka akan penuh perutmu dengannya.” (QS. Al-Waqiah: Ayat 52-53)

Pohon ini tumbuhnya di neraka jahannam. Tapi dahannya tersebar ke seluruh neraka.

» Dhori’

Menurut orang arab, Dhori’ adalah semacam pohon yang berduri. Disebut Dhori’ karena orang yang memakannya pasti ingin muntah dan mengeluarkannya. Rasulullah SAW bersabda,

“Sesuatu yang ada di neraka seperti duri. Lebih pahit dari Jadam, lebih busuk dari bangkai dan lebih panas dari api. Allah menamakannya Dhori’.”
***
“Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri” (QS. Al-Ghasyiyah: Ayat 6)

» Ghislin

Karena panasnya api neraka, para penghuninya mengeluarkan cairan kental berupa darah dan nanah. Cairan itu disebut Ghislin.

“Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.” (QS. Al-Haqqah: Ayat 36)

Rasulullah SAW bersabda,

“Jika satu tetes (ghislin) jatuh ke bumi maka hancurlah kehidupan manusia”

⇒ Minuman Neraka

» Hamim

Hamim adalah air yang sangat mendidih. Jika diminum akan membuat seluruh isi perut menjadi hancur.

“Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.” (QS. Al-Waqi’ah: Ayat 54)
***
“Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih” (QS. Al-An’am: Ayat 70)
***
“Diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?”
(QS. Muhammad: Ayat 15)

» Shodid

“Di hadapannya ada neraka Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah” (QS. Ibrahim: Ayat 16)

Imam Ja’far As-Shodiq menafsirkan ayat ini dengan mengatakan, “Cairan ini adalah cairan berupa darah dan nanah yang keluar dari kemaluan wanita yang berzina.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda “Jika didekatkan saja orang sudah tidak mampu. Jika (semakin) dekat maka terbakar wajahnya dan mengelupas kulit kepalanya. Dan jika diminum maka akan hancur isi perutnya dan keluar melalui belakang.”

“Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk.” (QS. Al-Kahf : Ayat 29)

Kemudian Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang meminum arak maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Jika dia mati dan masih ada sisa di perutnya maka Allah berhak memberinya minum dari Shodid yaitu (nanah dan darah) yang keluar dari kemaluan penghuni neraka dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian penghuni neraka itu meminumnya maka hancurlah perut dan kulit mereka.”

» Ghossaq

“Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah.” (QS. An-Naba’: Ayat 24-25)

Karena panasnya api, tubuh penghuninya mengeluarkan darah dan nanah. Inilah yang disebut Ghossaq. Rasulullah pernah bersabda,

“Jika satu ember dari Ghossaq dilemparkan ke dunia maka seluruh dunia akan bau busuk”

Riwayat lain menyebutkan bahwa Ghossaq adalah cairan yang dingin. Para penghuni neraka lebih memilih dibakar 1000 tahun dari pada terkena siksaan yang dingin ini.

⇒ Pakaian Penghuni Neraka

Apakah para penghuni neraka berpakaian?

Ya, mereka berpakaian. Namun pakaian mereka terbuat dari api. Allah SWT berfirman,

“Pakaian mereka dari cairan aspal.” (QS. Ibrahim: Ayat 50)

Rasulullah SAW bersabda,

“Jika pakaian dari pakaian penghuni neraka digantung diantara langit dan bumi maka semua penduduk bumi akan mati karena bau dan panasnya.”

Masih ada banyak siksaan neraka yang akan kita temui di Al-Qur’an.

Apakah ada diskon dan keringanan bagi penghuni neraka?

Apakah Adil jika Allah menghukum perbuatan di dunia dengan siksaan yang begitu dahsyat di neraka selamanya?

Temukan jawabannya dalam Neraka dalam Al-Qur’an (Bag 2)